![]() |
| Ist |
Jalan Khusus Tambang Rp100 Miliar di Bogor: Harapan Warga dan Catatan Lingkungan
BOGOR – Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan Rp100 miliar untuk pembangunan jalan khusus tambang sepanjang 12 kilometer memunculkan dua respons di tengah masyarakat: harapan akan keselamatan dan ketertiban, serta kekhawatiran terhadap dampak lingkungan jangka panjang.
Bagi sebagian warga yang tinggal di sekitar jalur angkutan tambang, kebijakan ini dipandang sebagai angin segar. Selama bertahun-tahun, truk bermuatan berat kerap melintas di jalan desa dan jalan kabupaten, memicu kerusakan jalan, debu pekat, hingga kecelakaan lalu lintas.
“Kalau memang truk tambang tidak lagi lewat jalan umum, tentu kami sangat terbantu. Selama ini anak-anak ke sekolah harus berbagi jalan dengan kendaraan besar,” ujar seorang warga di wilayah terdampak, yang berharap pembangunan segera direalisasikan.
Namun di balik harapan tersebut, muncul catatan kritis dari warga lain dan pegiat lingkungan. Pembangunan jalan tambang dikhawatirkan justru memperlancar aktivitas eksploitasi sumber daya alam jika tidak dibarengi pengawasan ketat terhadap izin dan dampak ekologis.
Aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah Bogor selama ini dikaitkan dengan penurunan kualitas lingkungan, mulai dari debu, kebisingan, hingga kerusakan daerah resapan air. Warga meminta pemerintah memastikan bahwa proyek jalan khusus tambang tidak membuka ruang bagi perluasan tambang tanpa kajian lingkungan yang memadai.
“Jalan khusus boleh saja dibangun, tapi jangan sampai jadi karpet merah bagi perusahaan tambang untuk memperluas aktivitasnya. Lingkungan dan kesehatan warga harus tetap jadi prioritas,” ungkap perwakilan komunitas lingkungan setempat.
Pemerintah daerah menyatakan pembangunan jalan khusus tambang justru dimaksudkan sebagai langkah penertiban. Dengan jalur terpisah, pengawasan muatan, jam operasional, dan kepatuhan perusahaan dinilai akan lebih mudah dikendalikan dibandingkan ketika kendaraan tambang bercampur dengan lalu lintas umum.
Meski demikian, publik berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada wacana. Transparansi anggaran, pelibatan masyarakat sekitar, serta pengawasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi tuntutan agar proyek senilai ratusan miliar rupiah ini benar-benar memberi manfaat luas.
Bagi warga Bogor, jalan khusus tambang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan ujian konsistensi pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, keselamatan publik, dan keberlanjutan lingkungan. (*)
#LingkunganHidup
#KeselamatanWarga
#JalanUmumAman
#TambangDiawasi


0 Response to "Jalan Khusus Tambang Rp100 Miliar di Bogor: Harapan Warga dan Catatan Lingkungan"
Posting Komentar