
Global Tangsel - Publik Indonesia kembali digegerkan atas
terungkapnya kasus pemerkosaan terhadap 58 anak di bawah umur di Kediri.
Apalagi, pelaku adalah seorang yang sudah berusia 60 tahun, bernama
Sony Sandra alias Koko. Koko dikenal sebagai pengusaha.
Hal ini terungkap ke publik secara luas setelah Lembaga Perlindungan
Anak dan Perempuan "Brantas" melaporkan kejadian ini ke Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Ceritanya, tim investigasi "Brantas" melakukan wawancara terhadap salah
seorang korban berinisial AK yang kini telah menginjak kelas II SMP.
Pada saat menjadi korban kebiadaban Sony Sandra, AK masih duduk di kelas
VI SDN Jagalan, Kediri.
Dari wawancara dengan AK, selanjutnya tim investigasi melakukan
wawancara terhadap korban-korban lainnya dan orang tua korban atas
tindakan pencabulan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh Sony Sandra.
Tim investigasi Brantas mengidentifikasi sebanyak 17 korban pemerkosaan
oleh Sony Sandra yang telah mengaku "dikerjai" oleh pelaku. Diduga, ada
58 anak yang menjadi kebiadaban Sony Sandra.
Dari cerita korban AK, tim investigasi memperoleh cerita kronologis,
bahwa awal mula perkenalan AK dengan pelaku, korban dikenalkan oleh
"mami". Mami yang dimaksud adalah korban Sony Sandra lainnya, yang sudah
dicabuli untuk dipesankan oleh Sony Sandra agar mengajak teman-temannya
yang lain yang masih perawan.
Sehingga dari sekian banyak korban pencabulan sistem perkenalan seperti
multy level marketing (MLM). Pelaku mencabuli para korban sendirian atau
sekaligus bertiga dengan korban-korban yang lain.
Para korban dijemput di tempat kos atau di rumah temannya oleh pelaku
dengan menggunakan mobil yang berbeda. Korban AK mengaku diberi pil
warna putih, kemudian digiring ke hotel lalu kemudian diperkosa oleh
Koko.
Korban AK mengaku setelah menenggak pil pemberian pelaku, mengalami
pusing, mau muntah, badan lemas, wajah merah, tangan dan kaki kram.
Pencabulan terhadap korban AK dan teman-temannya dilakukan secara
bergilir oleh pelaku. Korban AK kemudian dipulangkan oleh pelaku ke
rumah temannya yang lain, lalu dibayar 400 ribu rupiah.
AK mengaku, ia dan teman-temannya dicabuli beberapa kali di hari yang
berbeda. Pengakuan salah seorang korban lainnya berinisial CAL, dia
dicabuli 2 kali dan pernah pingsan akibat efek pil yang dia minum karena
dipaksa oleh pelaku. Pengakuan korban berinisial A dicabuli 4 kali,
lalu diberi uang 700 ribu oleh Sony Sandra.
Pembina Yayasan Kekuatan Cinta, Betania Eden atau kerap disapa Ibet yang
melakukan pendampingan kepada korban AK membeberkan, pelaku bahkan
kerap mengajak para anak yang menjadi korbannya untuk menonton film
porno di kamar hotel. Kasus ini kemudian terungkap setelah korban AK
hilang selama 5 hari, saat jelang Tryout UN SD pada Maret 2015. Ibu AK,
bernama Sri Supakarti yang panik lalu melaporkan kehilangan AK ke
Babinkamtibmas Kelurahan Jagalan Kediri.
Hingga akhirnya, AK ditemukan di Simpang Lima Gumul, dengan keadaan
linglung seperti hilang ingatan. AK lalu mengaku dirinya disetubuhi
oleh Koko. Diperoleh pengakuan dari AK, bahwa ia dijual oleh temannya
bernama Inggit yang juga merupakan korban kebejatan Koko. Ditemukan juga
korban lain bernama Fida yang mengenalkan Inggit kepada Koko. Jadilah
model korban Koko seperti modus MLM.
Kasus ini sendiri kemudian berkembang, dan pelaku Koko sempat ditangkap
oleh polisi namun kemudian pelaku memberikan uang damai sebesar 20 juta
dan meminta maaf kepada orang tua korban Inggit. Sementara orang tua AK
diberi Rp. 60 juta. Mengingat pelaku merupakan bos besar dan tokoh yang
berpengaruh di Kediri dan Jawa Timur, ada tekanan dari penyidik Polresta
meminta para pelapor untuk mencabut laporannya.
Pelaku Koko sangat biadab dalam melakukan aksinya, dimana setiap korban
yang dicabuli diberi obat yang memiliki efek pusing, lemas, mual,
gemetar dan bahkan korban yang pingsan dan pelaku juga minum obat
tersebut. Koko juga selalu mencabuli 2 atau 3 korban anak dibawah umur
dalam satu kamar secara bergantian, dan dilakukan dua tahap dengan
diselingi menonton film porno.
Pelaku Koko juga berusaha menghilangkan jejak, alat bukti dan
menakut-nakuti para korban dan orang tua korban untuk tidak berbicara
dengan wartawan atau pihak-pihak lain.
Pelaku Koko menguasai para korbannya termasuk keluarga korban dan
memberikan uang kompensasi agar mau berdamai mengingat status sosial
para korban Koko yang miskin dan dibawah intimidasi dirinya. [rmol]
Sumber : POSMETRO INFO


0 Response to " Biadab! Pengusaha Tionghoa Sony Sandra alias "Koko" Perkosa 58 Anak di Kediri"
Posting Komentar