Global Tangsel - Penentuan awal Ramadhan 2026 kembali jadi momen yang ditunggu umat Islam di Indonesia. Kementerian Agama memastikan Sidang Isbat akan digelar pada 17 Februari 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenag tak gegabah mengambil keputusan. Ada tiga tahap krusial yang akan dilalui:
mulai dari pemaparan data astronomi terkait posisi hilal, dilanjutkan dengan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di berbagai daerah, hingga musyawarah akhir sebelum hasilnya diumumkan ke publik.
Namun, di saat proses negara masih berjalan, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan sikap. Berdasarkan metode hisab hakiki dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Perbedaan metode kembali membuka ruang diskusi tahunan soal awal puasa. Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa Sidang Isbat bukan sekadar formalitas, melainkan forum ilmiah dan musyawarah untuk menjaga ketertiban, transparansi, dan persatuan umat.
Kini, publik tinggal menunggu satu hal: hasil resmi Sidang Isbat, yang akan menjadi penentu awal Ramadhan versi pemerintah.


0 Response to "Sidang Isbat Ramadhan 2026, sains, musyawarah, dan perbedaan metode kembali bertemu."
Posting Komentar