Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Jejak Imani Telp. 0813 8468 1151

Pasang IKlan Disini

Pasang IKlan Disini
Biro Iklan Tangerang Selatan Telp. 0813 8468 1151

Kejatuhan di Balik Seragam: Ketika Integritas Diuji dari Dalam

 

Sumber:Fb. Nurcholis Lamalani


Kejatuhan di Balik Seragam: Ketika Integritas Diuji dari Dalam

Ramadan seharusnya menjadi momentum refleksi. Namun publik justru kembali dikejutkan oleh kabar dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus narkotika. Dalam kurun waktu berdekatan, beberapa kasus mencuat dan menyeret nama anggota kepolisian.

Salah satu yang menyita perhatian adalah sosok Kompol Yuni—figur yang selama ini dikenal publik lewat program televisi 86. Di layar kaca, ia tampil tegas, vokal, dan identik dengan semangat “Fight Against Drugs”. Sosoknya kerap dipersepsikan sebagai representasi aparat yang berani membongkar jaringan peredaran narkotika.

Kariernya pun terbilang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, dan dikenal aktif memimpin langsung operasi lapangan. Sorot kamera, apresiasi publik, serta citra sebagai “srikandi anti-narkoba” sempat melekat kuat.

Namun pertengahan Februari 2026 menjadi titik balik. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri melakukan penindakan terhadap yang bersangkutan. Informasi penangkapan itu sontak memicu perhatian luas dan reaksi publik.

Kasus ini menjadi pengingat penting: berada di lingkaran pemberantasan kejahatan tidak otomatis membuat seseorang kebal terhadap godaan yang sama. Seragam dan jabatan adalah simbol kepercayaan. Ketika integritas goyah, simbol itu tak lagi cukup menjadi tameng.

Tentu, proses hukum harus tetap dihormati. Asas praduga tak bersalah tetap menjadi prinsip utama hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Namun di luar itu, peristiwa ini membuka ruang refleksi lebih luas tentang pengawasan internal, integritas personal, serta pentingnya sistem yang kuat untuk mencegah penyimpangan.

Kepercayaan publik adalah fondasi utama institusi penegak hukum. Sekali retak, memperbaikinya membutuhkan waktu panjang dan konsistensi nyata.

Ramadan adalah bulan pembenahan diri. Mungkin momentum ini juga menjadi pengingat bahwa integritas bukan sekadar slogan—melainkan komitmen yang harus dijaga, terutama oleh mereka yang memegang amanah hukum.

 



Sumber FB:Nurcholis Lamalani

 #Integritas
#PenegakanHukum
#RefleksiRamadan
#PradugaTakBersalah
#KepercayaanPublik
#Oknum
#IsuNasional
#HukumDanKeadilan
#BeritaTerkini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kejatuhan di Balik Seragam: Ketika Integritas Diuji dari Dalam"

Posting Komentar