Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Jejak Imani Telp. 0813 8468 1151

Pasang IKlan Disini

Pasang IKlan Disini
Biro Iklan Tangerang Selatan Telp. 0813 8468 1151

Heboh Uang Mahar Kaesang, BI Jadi Gunjingan

poto istimewa


 JAKARTA - Pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono sudah selesai digelar pekan lalu. Namun, hebohnya masih sampai sekarang. Salah satu yang disorot adalah uang maharnya Rp 300 ribu.

Bukan angkanya yang bikin heboh, tapi dalam uang pecahan Rp 100 ribuan itu, memiliki nomor seri khusus tanggal lahir Kaesang dan Erina, juga tanggal pernikahan mereka. Gara-gara nomor seri uang yang tak lazim ini, Bank Indonesia (BI) jadi bahan gunjingan.




Sekilas, tidak ada yang berbeda dari tiga uang Rp 100 yang dijadikan mahar oleh Kaesang dengan uang lainnya. Namun, jika dilihat lebih jauh, uang tersebut memiliki nomor seri yang unik. Untuk uang pertama nomer serinya KSP 251294. Ini identik dengan inisial Kaesang Pangarep dan tanggal lahirnya, 25 Desember 1994.

Uang kedua nomor serinya ESG 111296. Ini mirip dengan inisial Erina Sofia Gudono dan tanggal lahirnya, 11 Desember 1996. Uang ketiga nomor serinya KSE 101222. Ini mirip dengan inisial Kaesang dan Erina serta tanggal pernikahan mereka 10 Desember 2022.

Uang seri yang jadi mahar Kaesang ini jadi sorotan. Pengamat Ekonomi Anthony Budiawan mengatakan, hal ini memang terlihat sepele karena cuma Rp 300 ribu.

Namun, inti persoalan dari kasus ini sangat mendasar, bisa membuat sistem moneter Indonesia terancam. Pasalnya, kebijakan BI mencetak nomor seri khusus ini mengindikasikan bahwa BI tidak lagi murni independen, tetapi di bawah eksekutif.

“Kalau tiga nomor seri tersebut (terdiri dari inisial dan tanggal tertentu) bisa kebetulan cocok dengan nomor seri uang yang sudah dicetak, maka BI dalam masalah besar, indikasi algoritme pemberian nomor seri tidak berfungsi baik: sehingga mudah dipalsukan,” ujarnya.

Sementara, ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy mengatakan, kehebohan ini karena tidak ada aturan tertulis BI bisa menyediakan uang dengan nomor seri spesial bila ada pesanan. Lain halnya jika ternyata seri itu sudah ada dan tinggal dibantu untuk mencarinya.

"Saya pikir bukan masalah besar, karena BI juga berkontribusi dalam mendistribusikan mata uang dalam bentuk fisik," bebernya. 

Anggota Komisi XI DPR, M. Misbakhun menilai tidak ada masalah atas langkah BI mencetak uang dengan seri spesial untuk Kaesang.

"Tidak ada masalah, Bank Indonesia sering membuat edisi khusus uang yang digunakan untuk keperluan tertentu," tandas Misbakhun kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.

BI angkat suara soal nomor seri uang nikahan Kaesang. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono membantah uang yang digunakan untuk mahar Kaesang itu, dicetak khusus.

Kata dia, malam melaksanakan pencetakan dan pemberian nomor seri uang rupiah kertas, BI menerapkan pola kombinasi berurutan mengikuti urutan huruf dan angka sedemikian. Artinya, dengan pola tersebut, tidak terdapat nomor seri ganda pada uang rupiah yang dicetak BI.

"Uang rupiah yang telah dicetak tersebut, selanjutnya disimpan di khazanah Bank Indonesia untuk menjadi persediaan uang nasional dan memenuhi kebutuhan layanan kas," ucap Erwin, Jumat (16/12).

Ia menambahkan, pihaknya dapat mengedarkan uang rupiah dengan nomor seri tertentu yang masih tersimpan di khazanah, dengan mempertimbangkan momentum spesial yang menjadi pusat perhatian khalayak.

Tujuannya, sebagai sarana untuk memperkenalkan uang rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara, sekaligus representasi keluhuran budaya bangsa, seperti; Kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

"Jadi tidak sampai mencetak khusus," terang dia. rm.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh Uang Mahar Kaesang, BI Jadi Gunjingan"

Posting Komentar