Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Jejak Imani Telp. 0813 8468 1151

Pasang IKlan Disini

Pasang IKlan Disini
Biro Iklan Tangerang Selatan Telp. 0813 8468 1151

153 Warganya Tiba Di Soetta Di Saat Ada Larangan WNA Masuk NKRI

 China Memang Spesial

Pemerintah menerapkan larangan warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia hingga 8 Februari 2021. Namun, larangan ini seolah tak mampu membendung WNA asal China datang. Sabtu (23/1) lalu, 153 warga China masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Para warga China ini berangkat dari Guangzhou ke Soekarno-Hatta menggunakan pesawat carteran. Turun dari pesawat, mereka sudah mengenakan pakaian hazmat lengkap. Mereka membawa bermacam macam tentengan. Mulai dari tas gemblok, tas selempang, hingga dus. Dilihat dari bawaan, mereka seperti akan menetap lama di Indonesia. Sesampainya di bandara, Polisi mengarahkan mereka mendatangi pos pengecekan. Selain diperiksa dokumen izin tinggal, mereka juga dimintai dokumen kesehatan tentang protokol kesehatan. Seperti bukti keterangan bebas Covid-19. Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi

Kementerian Hukum dan HAM membenarkan adanya 153 WNA China ini. Menurut Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Ahmad Nursaleh, WNA China yang masuk Indonesia itu menggunakan China Southern Airlines. “Membawa 171 penumpang yang terdiri 153 WN RRT dan 18 WNI,” kata Nursaleh, dalam keterangannya kepada wartawan, kemarin. Nursaleh menjelaskan, dari 153 orang itu, 150 di antaranya masuk dengan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP). Tiga orang sisanya memiliki visa diplomatik. Jadi, mereka memang diizinkan masuk. “Seluruh penumpang asing yang masuk dalam kategori yang diizinkan masuk berdasarkan surat edaran Dirjen Imigrasi,” ungkapnya. Meski diperbolehkan, para WNA China itu tidak boleh langsung beraktivitas. Saat ini mereka sedang menjalani karantina. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah membenarkan pemegang KITAS dan KITAP diizinkan masuk dengan persyaratan atau ketentuan yang ketat. “Imigrasi tentunya bisa menjelaskan status mereka,” nilai Faizasyah saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin. Kedatangan warga China ini, jadi isu hangat di kalangan Dewan. Banyak yang sentimen dan langsung ngomelngomel. Seperti Anggota Komisi V DPR, Irwan Fecho. “Pemerintah harus segera menjelaskan. Apa tidak bisa konsisten dengan kebijakan pembatasan yang mereka keluarkan sendiri,” kata politisi Partai Demokrat ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin. Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, ikut bicara. Politisi yang kini duduk di Komisi VII DPR tersebut mengomentari penjelasan Ditjen Imigrasi dengan ledekan. “Oh kayak gitu. Ini kategori orang-asing yang diizinkan. Hmmm baru tahu saya. Tapi kok banyak banget ya dan kenapa dari RRC saja? *NanyaBolehDong#,” tulisnya di akun Twitter @tifsembiring, kemarin. Melihat hal ini, Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR, Willy Aditya, mencoba memberi penjelasan. Kata dia, pelarangan bukan berarti menutup total pintu masuk bagi WNA. Masih ada pihak tertentu yang tetap dibolehkan masuk dengan syarat tertentu. “Pekerja kemanusiaan, pekerja tertentu yang berkaitan dengan kesehatan, diplomat, dan lainnya masih dibolehkan masuk. Tentunya dengan tetap memenuhi protokol ketat dan karantina 14 hari,” ucap Anggota Komisi XI DPR ini. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "153 Warganya Tiba Di Soetta Di Saat Ada Larangan WNA Masuk NKRI"

Posting Komentar