Ibnu Taimiyyah : Akan Kafir, Bila Tidak Mengkafirkan
Yahudi dan Nasrani
Seorang penceramah agama di salah
satu masjid di Eropa beranggapan bahwa seseorang tidak boleh menyatakan kaum Yahudi
dan Nasrani itu Kafir.
Pernyataan penceramah ini sesat
dan boleh jadi suatu pernyataan kekafiran, karena kaum Yahudi dan Nasrani telah
Allah nyatakan sebagai golongan Kafir. Selanjutnya, saya membaca pernyataan
pengarang Kitabul Iqna dalam bab Hukum Orang Murtad. Dalam kitab ini beliau
berkata, “Orang yang tidak mengkafirkan seseorang yang beragama selain Islam
seperti Nasrani, atau meragukan kekafiran mereka atau menganggap mazhab mereka benar,
maka ia adalah orang Kafir”.Sebuah pernyataan dikutip dari Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyyah rahimahullah, “Barangsiapa beranggapan bahwa gereja adalah rumah
Allah dan di tempat itu Allah disembah, dan beranggapan bahwa apa yang
dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani adalah suatu ibadah kepada Allah,
ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, atau ia membantu kaum Yahudi dan
Nasrani untuk memenangkan dan menegakkan agama mereka serta beranggapan bahwa
perbuatan mereka itu adalah ibadah dan ketaatan kepada Allah, maka orang ini
telah Kafir”.
Ditempat lain, beliau rahimahullah
berkata, “Barangsiapa beranggapan bahwa kunjungan golongan dzimmi (kaum Kafir)
ke gereja-gerejanya adalah sebagai ibadah kepada Allah, maka ia telah murtad”.
Allah Ta’ala juga telah menegaskan tentang kekafiran Yahudi dan Nasrani.
Allah berfirman,
“Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata,
“Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih
(sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.”
Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh,
Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang
penolong pun bagi orang-orang zalim itu.” (QS. Al-Maaidah 5 : 72)
“Sungguh telah kafir orang-orang yang
mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan
Yang Esa. Jika mereka tidak
berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara
mereka akan ditimpa azab yang pedih.” (QS. Al- Maaidah 5 : 73)
Kepada penceramah ini, aku serukan
agar dia bertobat kepada Tuhannya dari perkataannya yang sangat menyimpang itu.
Hendaklah ia mengumumkan dengan terbuka bahwa kaum Yahudi dan Nasraniadalah
Kafir, mereka termasuk golongan penghuni neraka. Mereka harus mengikuti Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , karena nama beliau telah termaktub di
dalam kitab Taurat mereka.
Allah berfirman,
![]() |
| Percetakan Aulia Adv |
“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul,
Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di
dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang
makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik
bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan
beban-beban dan belenggu- belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang
yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang
beruntung.” (QS. Al-A’raf 7 : 157)
Hal itu merupakan kabar gembira Isa
bin Maryam. Wallahu a’lam..
[Sumber:Oleh: Muhammad Isa, Fatwa Kontemporer Ulama Besar
Tanah Suci, Media Hidayah]



0 Response to "Ibnu Taimiyyah : Akan Kafir, Bila Tidak Mengkafirkan Yahudi dan Nasrani"
Posting Komentar