Bagi Anda yang mengaku jama’ah nahdliyin, kiranya perlu
membaca yang satu ini. Ini adalah isi kitab Qonun Asasi (semacam ideologi NU)
karangan KH Hasyim Asy’ari yang diterjemahkan KH Mustofa Bisri.
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an
kepada hamba-Nya agar menjadi pemberi peringatan kepada sekalian umat dan
menganugerahinya hikmat serta ilmu tentang sesuatu yang Ia kehendaki. Dan
barang siapa dianugerahi hikmah, maka benar-benar mendapat keberuntungan yang
melimpah.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :”Wahai Nabi, Aku
utus engkau sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan penyeru kepada (Agama)
Allah serta sebagai pelita yang menyinari” ”Serulah kejalan Tuhanmu dengan
bijaksana, peringatan yang baik dan bantulah mereka dengan yang lebih baik.
Sungguh Tuhanmulah yang mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya. Dan Dia Maha
mengetahui orang-orang yang mendapat hidayah” ”Maka berilah kabar gembira
hamba-hamba-Ku yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang paling baik
darinya. Merekalah orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah dan merekalah
orang-orang yang mempunyai akal”
”Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah yang tak
beranakan seorang anakpun, tak mempunyai sekutu penolong karena ketidakmampuan.
Dan agungkanlah seagung-agungnya” ”Dan sesungguhnya inilah jalanKu (AgamaKu)
yang lurus. Maka ikutilah Dia dan jangan ikuti berbagai jalan (yang lain) nanti
akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah memerintahkan agar
kami semua bertaqwa”
”Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
taatilah Rasul, serta Ulil Amri diantara kamu, kemudian jika kamu dan
berselisih dalam satu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan
Rasul, kalau mau benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih bagus dan lebih baik kesudahannya”.”Maka orang-orang yang
beriman kepadaNya (kepada Rasulullah) maka memuliakannya, membantunya dan
mengikuti cahaya (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya, mereka itulah
orang-orang yang beruntung”.
”Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin
dan Anshor) pada berdo’a : Ya Tuhan ampunilah kami dan saudara-saudara kami
yang telah mendahului kami beriman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami
kedengkian kami terhadap orang-orang yang beriman : Ya Tuhan kami sesungguhnya
Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”Wahai manusia, sesungguhnya Aku telah
menciptakan kamu daari seorang laki-laki dan perempuan dan jadikan kamu
berbengsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah
diantara kamu semua”.Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara
hamba-hambaNya hanyalah Ulama.
”Diantara orang-orang yang mukmin ada orang-orang yang
menempati apa yag mereka janjikan kepada Allah, lalu diantara mereka ada yang
gugur dan diantara mereka ada yang menunggu mereka sama sekali tidak pernah
merubah (janjinya)” ”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah
dan beradalah kamu bersama orang-orang yang jujur” ”Dan ikutilah jalan orang
yang kembali kepadaKu” ”Maka bertanyalah kamu kepada orang-orang yang berilmu
jika kamu tidak mengetahuinya” ”Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan tentangnya”
”Adapun orang-orang yang dalam hati mereka terdapat
kecenderungan menyeleweng, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mustasyabihat
dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan mencari cari takwilnya, padahal tidak
ada yang mengetahui taqwilnya kecuali Allah. Sedang orang-orang yang mendalam
ilmunya mereka mengatakan, ”kami beriman kepada ayat-ayat yang mustasyabihat
itu, semuanya dari sisi Tuhan kami” dan orang-orang yang berakal saja yang
dapat mengambil pelajaran (dari padanya).
”Barang siapa menentang Rasul setelah petunjuk yang jelas
padanya dan dia mengikuti selain ajaran orang mukmin, maka Aku biarkan ia
mengusai kesesatan yang telah dikuasainya (terus bergelimang dalam kesesatan)
dan Aku masukkan mereka ke neraka Jahanam. Dan neraka jahanam itu adalah
seburuk buruknya tempat kembali”. ”Takutlah kamu semua akan fitnah yang
benar-benar tidak hanya khusus menimpa orang orang dzalim diantara kamu. Dan
ketahuilah bahwa Allah sangat dasyat siksaNya”
”Janganlah kamu bersandar kepada orang orang yang dzalim,
maka kamu akan disentuh api neraka”.”Wahai orang-orang yang beriman, jagalah
diri-diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu, diatasnya berdiri malaikat-malaikat yang kasar, keras dan
tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.”Dan janganlah kamu
seperti orang-orang yang mengatakan ”Kami mendengar”.Padahal mereka tidak
mendengar”.”Sesungguhnya seburuk-seburuk makhluk melata, menurut Allah, ialah
mereka yang pelak (tidak mau mendengar kebenaran) dan bisu (tidak mau bertanya
dan menuturkan kebenaran) yang tidak berfikir”.”Dan hendaklah ada diantara
kamu, ada segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang
makruf dan mencegah kemungkaran. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
”Dan saling tolong menolong kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan taqwa; janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
permusuhan. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat
dahsyat siksanya”.”Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan
kuatkanlah kesabaranmu serta berjaga-jagalah (menghadapi serangan musuh di
perbatasan). Dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat keberuntungan”.
”Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah dan janganlah kamu berserai-berai, dan ingatlah ni’mat Allah yang
dilimpahkan kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan lalu Allah merukunkan antara
hati-hati kamu, kemudian kamupun (karena nikmatnya) menjadi orang-orang yang
bersaudara”.”Dan janganlah kamu saling bertengkar, nanti kamu jadi gentar dan
hilang kekuatanmu dan tabahlah kamu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang
yang tabah”.
”Sesungguhnya orang-orang itu bersaudara, maka damaikanlah
antara kedua Saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu
dirahmati”.”Kalau mereka melakukan apa yang dinasehatkan kepada mereka, niscaya
akan lebih baik bagi mereka dan memperkokoh (iman mereka). Dan kalau memang
demikian, niscaya Aku anugerahkan kepada mereka pahala yang agung dan Aku
tunjukkan mereka jalan yang lempang”.”Dan orang-orang yang berjihad dalam
(mencari) keridloanKu, pasti Aku tunjukkan mereka kejalanKu, sesungguhnya Allah
benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik”.”Sesungguhnya Allah dan
Malaikat-malaikat bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman dan
bershalawatlah kamu untuknya dan bersalamlah dengan penuh penghormatan”.
”Dan (apa yang ada disisi Allah lebih baik dan lebih
kekal juga bagi) orang-orang yang mematuhi seruan Tuhan mereka, mendirikan
shalat dan urusan mereka (mereka selesaikan) secara musyawarah antara mereka
serta terhadap sebagian apa yang aku rizqikan, mereka menafakahkannya”.”….Dan
orang-orang yang mengikuti jejak mereka (Muhajirin dan Anshar) dengan baik,
Allah ridla kepada mereka”.Amma ba’duSesungguhnya pertemuan dan saling mengenal
persatuan dan kekompakan adalah merupakan hal yang tidak seorangpun tidak
mengetahui manfaatnya.
Betapa tidak Rasulullah SAW benar-benar telah bersabda
yang artinya :”Tangan Allah bersama jama’ah. Apabila diantara jama’ah itu ada
yang memencil sendiri, maka syaithanpun akan menerkamnya seperti serigala
menerkam kambing”.”Allah Ridlo kamu sekalian menyembahNya dan tidak
menyekutukanNya dengan sesuatu apapun”Kamu sekalian berpegang teguh kepada tali
(agama) Allah seluruhnya dan tidak bercerai-berai ;Kamu saling memperbaiki
dengan orang yang di jadikan Allah sebagai pemimpin kamu.
Dan Allah membenci bagi kamu ; saling membantah, banyak
tanya danmenyia-nyiakan harta benda””
Janganlah kamu saling dengki, saling menjerumuskan,
saling bermusuhan, saling membenci dan janganlah sebagian kamu menjual atas
kerugian jualan sebagian yang lain, dan jadilah kamu hamba-hamba Allah,
bersaudara
” Suatu Umat bagaikan jasad lainnya Orang-orang ibarat
anggota anggota tubuhnyaSetiap anggota punya tugas dan perannya
Seperti dimaklumi, manusia tidak dapat tidak
bermasyarakat, bercampur dengan yang lain, sebab seorangpun tak mungkin
sendirian segala kebutuhan-kebutuhannya. Dia mau tidak mau dipaksa
bermasyarakat, berkumpul yang membawa kebaikan bagi umatnya dan menolak
keburukan dan ancaman bahaya daripadanya.Karena itu, persatuan, ikatan bathin
satu dengan yang lain saling bantu menangani satu perkara dan seia-sekata
adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan faktor paling kuat
bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.Beberapa banyak negara-negara
yang menjadi makmur, hamba-hamba menjadi pemimpin yang berkuasa, pembangunan
merata, negeri-negeri menjadi maju, pemerintahan ditegakkan, jalan-jalan
menjadi lancar, perhubungan menjadi ramai dan masih banyak manfaat lain dari
hasil persatuan merupakan keutamaan yang paling besar dan merupakan sebab dan
sarana paling ampuh.
Rasulullah SAW telah mempersaudarakan sahabat-sahabatnya
sehingga mereka (saling kasih, saling menyayangi san saling menjaga hubungan)
tidak ubahnya satu jasad; apabila satu anggota tubuh mengeluh sakit seluruh
jasad ikut merasa demam dan tidak dapat tidur.Itulah sebabnya mereka menang
atas musuh mereka, kendati jumlah mereka sedikit. Mereka tundukkan raja-raja,
mereka taklukan negeri negeri, mereka buka kota-kota mereka bentangkan
payung-payung kemakmuran, mereka bangun kerajaan-kerajaan dan mereka lancarkan
jalan-jalan.
Firman Allah SWT ” Wa aatainaahu min kulli sya’in
sababa””Dan Aku telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala
sesuatu”.Benarlah kata penyair yang mengatakan dengan bagusnya”Berhimpunlah
anak-anakku bilaKegentingan datang melanda,jangan bercerai-berai,
sendiri-sendiri,cawan-cawa
n enggan pecah bila bersamaketika bercerai,satu-satu
pecah berderai”
Sayidina Ali karamallahu wajhah berkata”Dengan perpecahan
tak ada satu kebaikan dikaruniakan Allah kepada seseorang baik dari orang-orang
terdahulu maupun orang-orang yang datang belakangan”Sebab, satu kaum apabila
hati-hati mereka berselish dan hawa nafsu mereka mempermainkan mereka, maka
mereka tidak akan melihat sesuatu tempatpun bagi kemaslahatan bersama. Mereka
bukanlah bangsa yang bersatu tapi hanya individu-individu yang berkumpul dalam
arti jasmani belaka. Hati dan keinginan-keinginan mereka saling selisih. Engkau
mengira mereka menjadi satu, padahal hati mereka berbeda-beda.
Mereka telah menjadi seperti kata orang ”Kambing-kambing
yang berpencaran dipadangterbuka. Berbagai binatang buas telah mengepungnya.
Kalau sementara mereka tetap selamat, mungkin karena binatang buas belum sampai
kepada mereka (dan pasti suatu saat akan sampai pada mereka), atau karena saling
berebut, telah menyebabkan binatang-binatang buas itu saling berkelahi sendiri
antara mereka. Lalu sebagian mengalahkan lain. Dan yang menangpun akan menjadi
perampas dan yang kalah menjadi pencuri. Si kambingpun jatuh antara si perampas
dan si pencuri.
Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan
kegagalan disepanjang zaman. Bahkan pangkal kehancuran dan kemacetan, sumber
keruntuhan dan kebinasaan, dan penyebab kehinaan dan kenistaan.Betapa banyak
keluarga-keluarga besar, semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh
dengan penghuni, sampai satu ketika kalajengking perpecahan merayapi mereka,
biasanya menjalar meracuni hati mereka dan syaithanpun melakukan perannya,
mereka kocar-kacir tak karuan. Dan rumah-rumah mereka runtuh berantakan.
Sahabat Ali Karamallahu Wajhah berkata dengan
fasihnya:”Kebenaran dapat menjadi lemah karena perselisihan dan perpecahan dan
kebathilan sebaliknya dapat menjadi kuat dengan persatuan dan
kekompakan”.Pendek kata siapa yang melihat pada cermin sejarah, membuka lembaran
yang tidak sedikit dari ikhwal bangsa-bangsa dan pasang surut zaman serta apa
yang terjadi pada mereka hingga pada saat saat kepunahannya, akan mengetahui
bahwa kekayaan yang pernah menggelimang mereka, kebanggaan yang pernah mereka
sandang, dan kemuliaan yang pernah menjadi perhiasan mereka, tidak lain adalah
karena berkat apa yang secara kukuh mereka pegang, yaitu mereka bersatu dalam
cita-cita, seia-sekata, searah setujuan, pikiran-pikiran mereka seiring. Maka
inilah faktor paling kuat yang mengangkat martabat dan kedaulatan mereka, dan
benteng paling kokoh bagi menjaga kekuatan dan keselamatan ajaran mereka.
Musuh-musuh mereka tak dapat berbuat apa-apa terhadap
mereka, malahan menundukkan kepala, menghormati mereka karena wibawa mereka,
dan merekapun mencapai tujuan-tujuan mereka dengan gemilang. Itulah bangsa yang
mentarinya dijadikan Allah tak pernah terbenam senantiasa memancar gemilang,
dan musuh-musuh mereka tak dapat mencapai sinarnya.
Wahai Ulama dan para pemimpin yang bertaqwa dikalangan
Ahlussunnah wal Jama’ah dan keluarga mazhab imam empat anda sekalian telah
menimba ilmu-ilmu dari orang-orang sebelum anda, orang-orang sebelum anda
menimba dari orang-orang sebelum mereka, dengan jalan sanad yang bersambung
sampai pada anda sekalian.
Dan anda sekalian selalu meneliti dari siapa anda menimba
ilmu agama anda itu.Maka dengan demikian, anda sekalian penjaga-penjaga ilmu
dan pintu gerbang ilmu-ilmu itu. Rumah-rumah tidak dimasuki kecuali dari
pintu-pintu siapa yang memasukinya tidak lewat pintunya, disebut pencuri.
Sementara itu segolongan orang yang terjun kedalam lautan
fitnah ; memilih bid’ah dan bukan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang
mukmin yang benar hanya terpaku. Maka para ahli bid’ah itu seenaknya
memutarbalikkan kebenaran, memungkarkan makruf dan memakrufkan
kemungkaran.Mereka mengajak kepada kitab Allah, padahal sedikitpun mereka tidak
bertoalak dari sana.Mereka tidak berhenti sampai disitu, malahan mereka
mendirikan perkumpulan pada perilaku mereka tersebut. Maka kesesatanpun semakin
jauh. Orang-orang yangmalangpada memasuki perkumpulan itu. Mereka tidak
mendengar sabda Rasulullah SAW.”Fandhuru ’ammanta’khuzuuna dienakum””Maka
lihatlah, dan telitilah dari siapa kamu menerima ajaran agamamu
itu”.”Sesungguhnya menjelang hari Kiamat, muncul banyak pendusta”.Janganlah kau
menangisi agama ini bila ia berada dalam kekuasaan ahlinya. Tangisilah agama
ini bila ia berada didalam kekuasaan bukan ahlinya”.
Tepat sekali sahabat Umar bin Khattab radliallahu ’anhu
ketika berkata ”Agama Islam hancur oleh perbuatan orang munafikq dengan
Al-Qur’an”Anda sekalian adalah orang-orang yang lurus yang dapat menghilangkan
kepalsuan ahli kebathilan, penafsiran orang-orang yang bodoh dan penyelewengan
orang-orang yang over acting; dengan hujjah Allah, Tuhan semesta alam, yang diwujudkan
melalui lisan orang ia kehendaki.
Dan anda sekalian kelompok yang disebut dalam sabda
Rasulullah SAW”. Anda sekelompok dari umatku yang tak pernah bergeser selalu
berdiri tegak diatas kebenaran, tak dapat dicederai oleh orang yang melawan
mereka, hingga datang putusan Allah.”Marilah anda semua dan segenap pengikut
anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan
orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk jam’iyyah yang diberi nama
“Jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini”.
Masukalah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun
bersatu dan dengan ikatan jiwa raga.Ini adalah jam’iyyah yang lurus, bersifat
memperbaiki dan menyantuni. Ia manis terasa dimulut orang-oarang yang baik dan
bengkal (jawa kolot) ditenggorokan orang-orang yang tidak baik. Dalam hal ini
hendaklah anda sekalian saling mengingatkan dengan kerjasama yang baik, dengan
petunjuk yang memuaskan dan ajakan memikat serta hujjah yang tak terbantah.
Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Alah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah
terberantas dari semua orang.
Rasulullah SAW bersabda:”Apabila fitnah-fitnah dan
bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku dicacimaki, maka hendaklah
orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka
dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang”.Allah SWT telah
berfirman : “Wa taawanuu ‘alalbirri wattaqwa”“Dan saling tolong menolonglah
kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwalah kepada Allah”.
Sayidina Ali karamallahu wajhah berkata :”tak seorangpun
(betapapun lama ijtihadnya dalam amal) mencapai hakekat taat kepada Allah yang
semestinya. Namun termasuk hak-hak Allah yang wajib atas hamba-hambaNya adalah
nasehat dengan sekuat tenaga dan saling bantu dalam menegakkan kebenaran
diantara mereka”.
Tak seorangpun (betapapun tinggi kedudukannya dalam
kebenaran, dan betapapun luhur derajat keutamaannya dalam agama), dapat
melampaui kondisi membutuhkan pertolongan untuk memikul hak Allah yang
dibebankan kepadany. Dan tidak seorangpun (betapapun kerdil jiwanya dan
pandangan-pandangan mata merendahkannya) melampaui kondisi dibutuhkan
bantuannya dan dibantu untuk itu”.(Artinya tak seorangpun betapapun tinggi
kedudukannya dan hebat dalam bidang agama dan kebenaran yang dapat lepas tidak
membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan kewajibannya terhadap Allah, dan tak
seorangpun, betapapun rendahnya, tidak dibutuhkan bantuannya atau diberi
bantuan dalam melaksanakan kewajibannya itu. Penterjemah).
Tolong menolong atau saling bantu pangkal keterlibatan
umat-umat.Sebab kalau tidak ada tolong menolong, niscaya semangat dan kemauan
akan lumpuh karena merasa tidak mampu mengejar cita-cita.Barang siapa mau
tolong menolong dalam persoalan dunia dan akhiratnya, maka akan sempurnalah
kebahagiaannya, nyaman dan sentosa hidupnya.
Sayyida Ahmad bin Abdillah AS-Saqqaf berkata:“Jam’iyyah
ini adalah perhimpunan yang telah menampakkan tanda-tanda menggembirakan,
daerah-daerah menyatu, bangunan–bangunannya telah berdiri tegak, lalu kemana
kamu akan pergi?. Kemana?”.“Wahai orang-orang yang berpaling, jadilah kamu
orang-orang yang pertama, kalau tidak orang-orang yang menyusul masuk
(jam’iyyah ini). Jangan sampai ketinggalan, nanti suara penggoncang akan
menyerumu dengan goncangan-goncangan :“Mereka (orang-orang munafiq itu) puas
bahwa mereka ada bersama orang-orang yang ketinggalan (tidak termasuk ikut
serta memperjuangkan agama Allah). Hati mereka telah dikunci mati, maka
merekapun tidak bisa mengerti.“Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali
orang-orang yang merugi”Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau condongkan hati kami
kepada kesesatan setelah Engkau memberi hidayah kepada kami, anugerahkanlah
kepada kami rahmat dari sisiMu; sesungguhnya Engkau Maha Penganugerah. Ya Tuhan
kami, Ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, hapusakanlah dari diri-diri kami
kesalahan-kesalahan kami dan wafatkan kami beserta orang-orang yang berbakti.Ya
Tuhan kami, karuniakanlah kami apa yang Engkau janjikan kepada kami melalui
utusan-utusanMu dan jangan hinakan kami dari hari kiamat. Sesungguhnya Engkau
tidak pernah menyalahi janji. (*
Sumber : https://guslege.wordpress.com
Sumber : https://guslege.wordpress.com


0 Response to "Qonun Asasi NU"
Posting Komentar