Banten– KH. Makmur
Masyhar, mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua PWNU Provinsi Banten
lantaran menganggap Said Aqil Sirodj menghalalkan segala cara untuk meraih
posisi dan berkuasa di NU. Pernyataan mundurnya itu ia tulis tangan dalam
secarik kertas berkop PWNU Banten.
“Saya Makmur Masyhar di hadapan
Rais Syuriah PWNU, menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ketua PWNU Banten
‘2014-2018’,” surat pernyataan mundur itu ditandatangani diatas matrai di
Serang 07/05/2016.
KH Makmur Masyhar dinggap sebagai
ketua PWNU paling sukses, karena bisa membangun kantor megah senilai Rp. 7,5
miliar, selain itu juga kantor PWNU juga ramai di gunakan berkegiatan.
Namun pada akhirnya KH Makmur
lebih memilih mengikuti kata hati nuraninya karena menganggap NU di bawah
kepemimpinan Said Aqil sudah tidak sejalan dengan khitah pendirinya, KH Hasyim
Asy’ari.
“Saya tak bisa bekerjasama dengan
orang seperti Said Aqil yang menghalakan segara cara untuk meraih jabatan dan
selalu membohongi kiai” katanya.
Setelah membangun kantor,
lanjutnya Said Aqil datang ke Banten dan berjanji didepan para kyai dan
pengurus NU akan menyumbangkan perabotan kantor senilai 100 juta.
“Itu diungkapkan di acara-acara
resmi NU yang dihadiri para kiai. Tapi sampai sekarang sudah beberapa tahun dia
berjanji, tak pernah ditepati” imbuhnya.
KH Makmur berangapan bagi Said
Aqil berbohong itu sudah sangat biasa dilakukan.
“Dia berjanji sendiri, tapi dengan
mudah mengingkari. Dan itu bukan hanya sekali dia berjanji di depan para kiai”
tegas Makmur Masyhar.
Selain itu juga kepimimpinan PWNU
sekarang di rongrong terus oleh Said Aqil, hingga Said Aqil memberhentikan PWNU
dan mengangkat carateker dengan cara merekayasa habis-habisan.
“Ini kan aneh. Saya yang ketua
PWNU sah tapi dibekukan oleh PBNU yang tak sah, karena PBNU masih sengketa
bahkan kini lagi digugat secara hukum” katanya
Tidak ikut ambil pusing dirinya
langkah untuk mundur, sebab motivasinya aktif di NU untuk berkhidmad bukan
mencari jabatan.
“Saya tak bisa bekerjasama dengan
perusak NU seperti Said Aqil. Dia secara akidah maupun moral sudah seperti itu”
katanya.
Dirinya merasa tidak dapat
berkompromi dengan orang-orang yang berambisi dan bernafsu secara membabi buta
di NU.
“Bagi saya lebih baik saya mundur
dari pada PWNU-nya yang dibekukan. Para kiai itu kan tak punya salah apa-apa,
kok dikorbankan sampai dibekukan. Kalau saya kan memang tak mengaku Said Aqil
sebagai ketua umum karena proses pemilihannya cacat hukum dan tak sah” katanya.
[NUgl]
Sumber : Headlineislam.com



0 Response to "KH. Makmur Masyhar: "Said Aqil Terlalu Sering Berbohong dan juga Perusak NU, Lebih Baik Saya Mundur" "
Posting Komentar