Menurut Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop, BI perlu kembali menurunkan suku bunga secara berkala untuk sinergi dengan stimulus fiskal yang diberikan pemerintah. Namun penurunan suku bunga tersebut juga harus memperhitungkan kondisi ekonomi global.
"Pelonggaran akan sangat berkala. Ruang untuk memangkas rate masih terbuka dengan tergantung pada faktor internasional," ucapnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/4/2016).
Menurut Diop, dengan tingkat inflasi yang masih terkendali serta pertumbuhan perekonomian yang kian membaik menjadi modal bagi BI untuk menurunkan suku bunga. Sayangnya dirinya tidak menyebut berapa peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga.
"Indonesia adalah negara yang ekonominya beda. Ruang (pelonggaran moneter) itu kecil di negara lain. Sementara di Indonesia dengan inflasi rendah, ruang pelonggaran moneter itu masih memungkinkan," imbuhnya.
Seperti diketahui, pada periode Januari hingga Maret 2016 BI telah menurunkan suku bunga 3 kali berturut-turut dani 7,5 persen menjadi 6,75 persen. Selain itu, BI juga telah menurunkan lending facility ke level 7,25 persen dan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen. Giro Wajib Minimum (GWM) Primer dalam Rupiah juga telah diturunkan ke level 6,5 persen.

0 Response to "World Bank 'Kompori' BI Turunkan Suku Bunga"
Posting Komentar