Ditulis Oleh: ingpada: Jumat, 29
April 2016 22:45pada: Headline, Kota Cirebon
CIREBON
– Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cirebon memberikan klarifikasi soal
tuduhan ormas yang menganggap HTI anti Pancasila, dan tidak layak untuk berada
di Indonesia. Melalui siaran persnya yang dikirim ke redaksi radarcirebon.com,
Ketua HTI Kota Cirebon Abdullah Sukarto SE menyampaikan 8 poin sebagai berikut:
- Kami sampaikan bahwa tuduhan bahwa
HTI mengancam NKRI dan Pancasila sama sekali tidak benar, tidak punya
dasar, bahkan dapat dikatakan fitnah. Kampanye Islam Rahmatan Lil’alamin,
kegiatan Muktamar Tokoh Umat (MTU) yang kami lakukan justeru untuk
menjadikan Indonesia lebih baik.
- Yang anti Pancasila dan NKRI
justeru mereka yang menjual aset dan kekayaan negara pada asing dan aseng,
kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Selama ini yang
HTI lakukan adalah mengedukasi umat agar paham bahwa kita sedang terancam
oleh kapitalisme dan liberalisme.
- HTI tidak pernah berhadap-hadapan
dengan Pancasila, yang HTI peringatkan ke umat adalah bahaya kapitalisme
dan neoliberlisme yang sudah mencengkeram bangsa ini.
- Terkait kesatuan negara, sikap HTI
mengharamkan negara muslim terpecah belah, kita memandang perlunya kesatuan
sejati yang berlandaskan aqidah yang konsekuensinya wilayah bukan
berkurang, malah dapat menyatukan negeri-negeri lainnya, termasuk Timor
Leste yang dulu wilayah kita.
- Dalam keyakinan kami Islam
rahmatan lil’alamin akan terwujud jika umat kembali pada aturan Allah SWT,
pada penegakan syariah dan khilafah, bukan dengan penerapan kapitalisme
seperti yang kita jalankan saat ini.
- Menyerukan kepada semua pihak agar
berhati-hati dari berbagai upaya memecah belah umat, jika terdapat
perbedaan mari selesaikan dengan cara dialog dan musyawarah sebagai
tuntunan syara dam urf orang timur yang bijak, santun dan menghindari
cara-cara kekerasan.
- Cara-cara pemaksaan, ancaman dan
kekerasan sama saja mengoyak ukhuwah persatuan dan perdamaian. Kondisi
kondusif yang selama ini terjalin jangan sampai ternoda oleh
kesalahpahaman.
- Terkait dengan pelaksanaan Muktamar Tokoh Umat (MTU) Cirebon tanggal 1 Mei 2016, kami sangat tebuka untuk berdiskusi dan berdialog. Jika dialog ditutup, bagaimana HTI bisa mengklarifikasi? Karena itu kami minta jaminan keamanan dari pihak yang berwajib, karena cara-cara kasar dengan pembubaran harusnya dihilangkan karena justeru tindakan provokasi yang akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. (red)


0 Response to " DITUDING ANTI PANCASILA, INI 8 POINT JAWABAN DARI HTI CIREBON Dituding Anti Pancasila, Ini 8 Point Jawaban dari HTI Cirebon"
Posting Komentar