Polemik Sidang Isbat Jelang Ramadhan–Syawal 2026, Pakar Soroti Transparansi
Jelang penetapan awal Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 2026, polemik kembali mencuat terkait pelaksanaan Sidang Isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kritik tajam datang dari pakar astronomi dan fotogrametri, Tono Saksono, yang menyebut mekanisme sidang tersebut perlu dievaluasi secara serius.
Dalam video yang viral di TikTok dan Instagram pada Februari 2026, Tono menilai Sidang Isbat terkesan seperti “proyek” dengan tingkat transparansi yang rendah. Ia juga mempertanyakan urgensi sidang, mengingat metode perhitungan astronomi (hisab) dinilai sudah cukup akurat untuk menentukan kalender Hijriah. Bahkan, ia mengungkapkan kecurigaan adanya kepentingan non-ilmiah dalam proses penentuan tersebut.
Pernyataan ini kembali memantik perdebatan klasik di Indonesia antara metode rukyat (pengamatan hilal secara langsung) dan hisab (perhitungan astronomi). Perbedaan pendekatan ini selama bertahun-tahun kerap menjadi penyebab perbedaan awal Ramadhan maupun Idulfitri di tengah masyarakat.
Menanggapi kritik tersebut, pihak Kementerian Agama menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap memiliki peran penting dan tidak bisa dihapus begitu saja. Pemerintah menyebut sidang ini merupakan forum resmi yang menggabungkan data hisab dan rukyat dari ratusan titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Kemenag juga menekankan bahwa Sidang Isbat bertujuan menjaga kesatuan umat dalam menentukan hari-hari besar Islam, termasuk penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah. Proses ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli astronomi, ormas Islam, hingga perwakilan negara sahabat.
Di tengah perdebatan yang terus bergulir, masyarakat diimbau tetap menghormati perbedaan yang ada. Pemerintah berharap hasil Sidang Isbat dapat menjadi rujukan bersama demi menjaga stabilitas dan keharmonisan umat Islam di Indonesia.
#SidangIsbat
#Kemenag
#Ramadhan2026
#IdulFitri2026
#Hijriah
#RukyatVsHisab
#HisabRukyat
#TonoSaksono
#PolemikIsbat
#BeritaNasional
#InfoRamadhan
#UmatIslam
#KalenderHijriah
#IndonesiaHariIni

0 Response to "Polemik Sidang Isbat Jelang Ramadhan–Syawal 2026, Pakar Soroti Transparansi"
Posting Komentar